UTU Terapkan Sejumlah Kebijakan Hadapi  COVID-19
  • UTU News
  • 13. 05. 2020
  • 0
  • 1627

MEULABOH - UTU | Universitas Teuku Umar - Aceh menerapkan sejumlah kebijakan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) serta memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung.

"Kami juga berupaya mendukung langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah, yakni mencegah penyebaran COVID-19," kata Anggota Tim Pencegahan dan Penanganan COVID-19 UTU, Aduwina Pakeh, M.Sc saat menjadi narasumber dalam sesi dialog program Kentongan di LPP RRI Meulaboh, Selasa (12/05/2020).

Dialog yang mengangkat tema "Strategi UTU dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19" ini ditayangkan secara Live di 97.0 dan 90.3 MHz serta dimonitor langsung dari LPP RRI Pusat.

Aduwina Pakeh menjelaskan, tindakan pencegahan yang mereka lakukan tidak hanya berfokus pada sivitas akademika UTU saja namun juga terlibat aktif dalam tindakan pencegahan di masyarakat. Hingga saat ini berbagai kebijakan sudah diterapkan terkait hal itu, diantaranya adalah pembelajaran secara daring.

Langkah awal yang dilakukan oleh Universitas Teuku Umar dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 adalah mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor 04/UN59/KP.11.00/2020 tertanggal 16 Maret 2020. SE tersebut berisi beberapa keputusan untuk mencegah dan melindungi seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan UTU serta pihak eksternal yang berada dalam lingkungan UTU, salah satunya adalah pembelajaran secara daring. SE itu berlaku untuk untuk 14 hari, kemudian pada tanggal 27 Maret 2020 UTU kembali memperpanjang Kuliah Daring melalui Surat Edaran Rektor Nomor 5 /UN.59/KP.11.00/2020.

Langkah strategis berikutnya, pada tanggal 23 Maret 2020, UTU membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 melalui SK Rektor Nomor 193/UN59/TA.05.21/2020. Rektor menunjuk Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Mursyidin, MA sebagai ketua Tim dan dibantu oleh beberapa anggota dari unsur Dosen dan Tenaga Kependidikan.

Melalui Satgas Cegah Covid-19 ini, Rektor menugaskan tim untuk membuat program kerja atau rencana aksi baik untuk lingkungan kampus maupun untuk tindakan keluar seperti himbauan masyarakat tetap tenang dan waspada; melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait; memberikan akses kepada media;, dan pengarusutamaan gerakan "Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)".

Dalam mengimplementasi gerakan kampanye CTPS sebagai bagian dari gerakan pencegahan penyebaran Covid-19, tim Satgas UTU bersama Laboratorium Terpadu UTU memproduksi Hand Sanitazer untuk selanjutnya dibagikan kepada Civitas Akademika UTU dan juga disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh. Berikutnya melalui Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik, UTU memproduksi Touchless Hand Washer (THW) yaitu alat pencuci tangan tanpa sentuh karya mahasiswa Teknik Mesin.

THW adalah satu inovasi yang memberikan solusi kepada masyarakat yang enggan menggunakan Hand Washer karena dikhawatirkan dapat terjadi penularan COVID-19 dari pengguna sebelumnya. THW beroperasi tanpa menyentuh dengan tangan secara langsung pada kran air dan tempat sabun sehingga lebih praktis, higenis dan tidak terkontaminasi langsung dengan pengguna Hand Washer sebelumnya. Inovasi THW ini dibuat dengan sistem pijakan non sensor dengan model menara mini menggunakan tangki toren kapasitas 250 liter, tempat sabun, tempat tisu dengan penutup dan tong sampah.

Sebelumnya THW karya mahasiswa Teknik Mesin tersebut telah dipasang dibeberapa fasilitas publik di Aceh Barat, diantaranya Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Pasar Bina Usaha dua unit, Terminal Meulaboh, PPI Blang Pulo, Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Puskesmas Johan Pahlawan, Puskesmas Meureubo, Klinik Ananda Family dan terbaru di Posko Jurnalis Peliput Covid-19 Aceh Barat.

Apalagi untuk Jurnalis, THW ini sangat bermanfaat, mereka merupakan salah satu profesi yang rentan terpapar COVID-19 dimana dalam kondisi merebaknya pandemi ini, jurnalis harus tetap menyajikan berita dan kadang harus mencari informasi dari banyak sumber di lapangan. UTU berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat membantu jurnalis dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sekaligus dapat menghindarkan rekan jurnalis dari potensi tertular COVID-19 saat bertugas di lapangan.

Selanjutnya guna meringankan beban ekonomi mahasiswa dari luar daerah khususnya luar Aceh yang tidak pulang kampung alias menetap diseputaran kampus, pada 5 April 2020 UTU menyalurkan paket sembako yang berisi beras, mie instan, minyak bimoli, telor, ikan sarden serta susu kepada 120 mahasiswa dari berbagai Fakultas.

Kebijakan berikutnya guna mendukung kemudahan mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan secara daring, Universitas Teuku Umar memberikan bantuan berupa paket internet bagi seluruh mahasiswa aktif. Paket internet sebesar 8 GB tersebut disalurkan secara bertahap mulai 16 April 2020 melalui salah satu provider telekomunikasi yang ditunjuk.

UTU merupakan kampus PTN pertama di Aceh yang memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Seluruh mahasiswa UTU yang aktif mencapai 5000-an tersebut mendapatkan kuota internet.

UTU juga melibatkan mahasiswa dan alumni dalam memproduksi Alat Pelindung Diri jenis masker kain untuk memenuhi kebutuhan internal kampus dan mencukupi pesanan pihak eksternal yang difasilitasi oleh Inkubator Bisnis Teknologi UTU. Kebijakan ini sebagai bentuk dukungan untuk pemberdayaan UMKM terutama menciptakan lapangan kerja baru bagi mahasiswa yang menjalani #StayAtHome selama masa pandemi Covid-19.

Sebelumnya pada 6 April 2020, UTU melakukan penyemprotan cairan antiseptik atau disinfektan di lingkungan kampus, Alue Peunyareng. Penyemprotan dilakukan disemua gedung (lama), ruang dan sudut kampus. Penyemprotan tersebut dilakukan berkat kerjasama tim Satgas pencegahan dan penanganan COVID-19 UTU dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat.

Meski kampus diterapkan kebijakan "semi-lockdown" alias menghentikan semua aktivitas keramaian, namun sejumlah agenda penting Universitas hingga program studi tetap masih bisa dilaksanakan meskipun melalui daring lewat berbagai aplikasi seperti zoom meetings, google class, google meet, WA Group, Facebook live dan IG Live. Diantara kegiatan rutin itu adalah rapat pimpinan, seminar dan sidang tugas akhir mahasiswa, pelaksanaan seminar Nasional / Kuliah umum, rapat penyusunan Akreditasi dan penerimaan mahasiswa baru dan sebagainya.

Teranyar, Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA mengeluarkan kebijakan KKN Tematik. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor: 10/UN59/SE/2020 tentang Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dan praktek belajar lapangan dimasa darurat pandemi Covid-19. SE tersebut berisikan petunjuk teknis gelar KKN, dimana satu diantaranya akan dilaksanakan secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, program kerja KKN akan lebih difokuskan untuk sosialisasi kesiapsiagaan pencegahan COVID-19 sebagaimana tema umum yang diangkat adalah "Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19". Para peserta diajak untuk memberikan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat ataupun menjadi relawan di tengah pandemi COVID-19. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :