Rektor UTU Larang Mudik Bagi Seluruh ASN UTU
  • UTU News
  • 01. 05. 2020
  • 0
  • 1059

MEULABOH - UTU | Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof Dr Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup UTU untuk mudik Lebaran 2020 karena terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19.

Rektor menegaskan kebijakan itu menindaklanjuti edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mudik pada lebaran Tahun 2020 dan mengambil cuti selama masa penanganan pandemi virus corona. Selain itu juga Berpedoman pada Keputusan Kepala BNPB No.13A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat virus corona.

Larangan itu sangat jelas tertuang dalam Surat Edaran Nomor 46 Tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah, kegiatan mudik dan cuti bagi ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Himbauan tersebut bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran, serta mengurangi risiko Covid-19 akibat mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia.

Adapun bunyi edaran yang dimaksud yaitu: Aparatur Sipil Negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik lainnya selama berlakunya Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

“Apabila terdapat ASN dalam keadaan terpaksa untuk bepergian ke luar daerah atau mudik, maka ASN yang bersangkutan harus mendapatkan izin dari pejabat berwenang atas delegasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian,” kara Rektor Prof. Jasman.

Rektor menegaskan, himbauan larangan mudik berlaku untuk seluruh ASN UTU. Baik PNS, CPNS, Dosen, Tenaga Kependidikan beserta seluruh keluarga tidak diperbolehkan mudik.

“Jadi, himbauan larangan mudik ini berlaku untuk seluruh ASN UTU dan keluarga. Ini untuk mengurangi mobilitas orang, agar kita dapat memutus rantai penyebaran covid-19,” Tegasnya.

Rektor berharap kepada seluruh ASN UTU untuk mentaatinya kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :