Hardiknas Dimasa Pandemi Covid-19, Ini Kata Rektor UTU
  • UTU News
  • 02. 05. 2020
  • 0
  • 253

MEULABOH - UTU | 2 Mei 1889 menjadi hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia, di mana pada hari itu seorang Pahlawan Nasional Indonesia lahir dan memberikan sumbangsih besar pada keseteraan pendidikan masyarakat.

Hingga kini pada tanggal yang sama sejumlah institusi berlomba-lomba menyemarakkan acara peringatan kelahiran tokoh pendidikan bangsa tersebut. Sang tokoh pendidikan itu, Ki Hadjar Dewantara.

Berbagai macam lomba bahkan dimulai dari hal yang paling sederhana seperti upacara untuk menyampaikan pesan-pesan literasi.

Namun hal berbeda terjadi di tahun 2020 ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak dilakukan aktivitas peringatan Hardiknas 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi. Hal ini berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020 dengan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020, ter tanggal 29 April 2020 yang ditandatangani oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Hal ini bertujuan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA menyebutkan Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan bangsa memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan bangsa.

"Perjuangan ini bersifat sustainable, dari satu tongkat estafet antar generasi harus selalu ada inovasi dalam menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan industry 4.0, dimana penggunaan teknologi sebagai pendamping kegiatan tatap muka bermakna sebagai bentuk eksplorasi sistem pengajaran serta menumbuhkan jiwa dan kepekaan sosial bagi mahasiswa," kata Prof Jasman

"Universitas Teuku Umar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional berusaha untuk tetap memberikan pengajaran dan teladan dalam dunia pendidikan juga berkontribusi nyata dalam pembangunan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat," Lanjut Prof Jasman.

Prof. Jasman juga percaya bahwa dengan semangat perjuangan dalam kebaikan, kami semua dapat menyambut dunia pendidikan baru pasca pandemi dengan suasana dan segala sesuatu lebih baik dari sebelumnya.

Universitas Teuku Umar memahami pentingnya percepatan dalam menyusun metode pendidikan di tengah pandemi ini, kami wujudkan dengan mengubah sistem kuliah tatap muka menjadi daring hingga akhir semester genap guna menaati himbauan pemerintah dalam melaksanakan social distancing juga physical distancing," terang Prof. Jasman

"Metode kuliah tatap muka harus dilaksanakan dalam bentuk daring, begitupula dengan rangkaian seminar dan pemberkasan, haruslah dibuat sesederhana mungkin sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap kesehatan civitas akademika," tambahnya.

Meskipun ada beberapa kegiatan yang tak dapat digantikan dengan sistem daring, nyatanya pendidikan dengan menggunakan metode daring juga mendatangkan sejumlah manfaat.

Mulai dari penjajakan berbagai aplikasi pendidikan dengan segala macam kekayaan fitur membuat sistem pendidikan menjadi lebih beragam, mengasah kemampuan penggunaan teknologi bagi mahasiswa juga pengajar. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :