FE UTU Gelar Webinar Nasional Ketahanan Pangan Aceh di Tengah Pandemi Covid-19
  • UTU News
  • 19. 05. 2020
  • 0
  • 247

MEULABOH - UTU | Wabah Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di seluruh belahan dunia menyebabkan timbulnya berbagai dampak bagi kehidupan manusia, termasuk salah satu yang menjadi perhatian utama Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar ialah mengenai kondisi ketahanan pangan di Provinsi Aceh.

Oleh karenanya Fakultas Ekonomi UTU terdorong untuk mengadakan kegiatan Webinar Nasional dengan tema “ Kebijakan Pangan, Kini dan Pasca Pandemi Covid-19” . Kegiatan ini di koordinir oleh Panitia inti, yaitu Ibu Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi UTU Lilis Marlina, SE., M.Si.

Narasumber utama dalam webinar ini ialah Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH., M.Hum, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Dewan Komisioner dan Ekonom Senior INDEF, Ketua FG Pangan-Pertanian, dan Pengurus Pusat ISEI, Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, H. T. Ahmad Dadek, S.H. Sementara Kaynote Speaker adalah Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA.

Bertindak selaku moderator dalam kegiatan ini ialah Dr. Syahril, M.Si, Staf pengajar FE yang juga Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi UTU.

Adapun peserta didominasi dari kalangan Dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di indonesia, terutama dari Universitas Teuku Umar, serta dari kalangan umum dan profesional.

Kegiatan webinar Nasional ini dibuka oleh Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE, MBA dengan kata sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi UTU Dr. T. Zulham, SE., M.Si. Dalam sambutannya Dr. T. Zulham menyampaikan bahwa Kegiatan webinar Nasional ini merupakan acara perdana yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi UTU sebagai respon terhadap krisis pangan yang melanda negeri ini akibat Covid-19. Melalui acara ini berbagai masalah terkait dengan pangan dapat didiskusikan bersama dengan para pakar dengan harapan dapat memberikan solusi terhadap krisis pangan.

“Semoga strategi-strategi yang telah disiapkan dan direncanakan dapat menjadi solusi agar tidak terjadinya krisis pangan dalam menghadapi pandemic Covid-19 ini, Fakultas Ekonomi UTU dengan sumber daya yang dimiliki siap membantu dan bekerja sama dalam menjalankan program-program terkait yang yang akan rencanakan pemerintah”, ujar Dr. T. Zulham

Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA sebagai Keynote Speaker menyampaikan bahwa pada masa era Soeharto, Indonesia pernah swasembada pangan. Bahkan pada tgl 26 Maret 1986 lalu Pak Harto melakukan deklarasi Swasembada Pangan di Nagan Raya (dulu bagian dari Kab. Aceh Barat). Begitupun dengan komitmen Jokowi untuk swasembada pangan sangat tinggi. Akan tetapi adanya mafia pangan membuat kedaulatan pangan menjadi tergadai. Katanya

Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc dalam presentasinya menyampaikan bahwa pada masa dan pasca pandemic Covid-19, kebijakan pemenuhan pangan bagi setiap warga Negara merupakan hak yang paling asasi. Oleh karena itu, petani wajib memperoleh perlindungan memadai karena mereka telah terkena dampak civid-19. Petani adalah net consumer beras, sehingga bansos pangan wajib menjangkau petani. Katanya.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa untuk menghadapi ketidakpastian distribusi diperlukan kebijakan logistik dan rantai pasok pangan dengan melibatkan sejumlah BUMN pangan, koperasi, dan swasta nasional, memperluas akses petani, peternak dan nelayan pada jaringan pemasaran daring untuk memperpendek rantai pasok pangan dengan melibatkan koperasi dan Bumdes. Selanjutnya diperlukan juga stimulus ekonomi khusus untuk pertanian dan pedesaan sebagai kebijakan afirmatif perlindungan petani dan desa sebagai basis produksi pangan. Disamping itu, skema perlindungan dan jaring pengaman sosial bagi kesejahteraan petani dan nelayan di masa mpandemi Covid-19 sangat diperlukan. Imbaunya.

Sementara Narasumber ketiga dari Pemerintah Aceh, H.T. Ahmad Dadek, S.H menyampaikan bahwa Terkait krisis Pangan, Plt. Gubernur menghimbau untuk meningkatkan tanaman pangan melalui HGU yang tidak produktif, bekerjasama dengan TNI/Polri, dan Distanbun Aceh diminta untuk menyediakan Bibit dan Alsintan f.

Kemudian, Stakeholder terkait supaya melakukan teknologi informasi untuk memudahkan pertukaran data komoditi antar daerah yang memiliki stok barang surplus untuk mensuplai daerah yang stoknya defisit. Pungkas Ahmad Dadek. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :